Wafatnya Jenderal Ryamizard Ryacudu

Jakarta, 31 Mei 2026 — Suasana duka menyelimuti dunia militer Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, tutup usia pada Minggu sore di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Ryamizard menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 14.03 WIB di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU). Jenazah kemudian dipindahkan ke Unit Forensik RSPAD untuk pemulasaraan, sebelum diberangkatkan menuju rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor. Sekitar pukul 16.56 WIB, peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih tiba di rumah duka, disambut keluarga, kerabat, dan sejumlah pelayat. Suasana haru menyelimuti prosesi, dengan doa dan penghormatan militer yang dilakukan secara khidmat.

Ryamizard lahir di Palembang pada 21 April 1950. Karier militernya menanjak hingga menduduki jabatan strategis: Pangdam V/Brawijaya, Kepala Staf Angkatan Darat, dan akhirnya Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019 di era Presiden Joko Widodo. Ia dikenal sebagai sosok tegas, nasionalis, dan konsisten menjaga kedaulatan negara. Program Bela Negara yang digagasnya menjadi salah satu warisan penting dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis rakyat.

Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa mendalam, menyebut Ryamizard sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang mengabdikan seluruh hidupnya bagi bangsa. “Dedikasi, keteguhan, serta kontribusinya akan terus dikenang dan menginspirasi generasi penerus,” demikian pernyataan resmi Kemhan.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, dengan prosesi militer penuh penghormatan. Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pertahanan Indonesia, sekaligus duka mendalam bagi bangsa yang pernah ia bela dengan sepenuh hati.

Scroll to Top