Apakah Trump tahun ini akan dibunuh?

Jakarta, 14 Juli 2026 – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas setelah muncul ancaman terbuka dari Teheran terhadap Presiden AS, Donald Trump. Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Trump akan menjadi target balasan atas kematian ayahnya yang dianggap sebagai hasil operasi gabungan AS–Israel. “Kami tidak akan diam. Balasan akan datang, dan Trump akan menjadi sasaran utama,” tegas Mojtaba dalam pernyataan yang dikutip media internasional.

Ancaman ini langsung memicu reaksi keras dari Trump. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan gentar menghadapi intimidasi. “Iran akan menanggung konsekuensi besar jika berani menyentuh saya atau rakyat Amerika,” ujar Trump dengan nada murka. Ia menambahkan bahwa militer AS siap menghadapi segala bentuk serangan, dan menyebut ancaman Iran sebagai bukti kelemahan sekaligus keputusasaan.

Situasi ini memperburuk hubungan kedua negara yang sudah panas sejak serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait beberapa hari sebelumnya. Dewan Keamanan PBB menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi, namun ancaman langsung terhadap Trump membuat eskalasi semakin sulit diredakan.

Pengamat menilai ancaman Iran terhadap Trump bukan sekadar retorika politik, melainkan bagian dari strategi untuk menunjukkan kekuatan di tengah tekanan internasional. Namun, langkah ini juga berisiko memicu konfrontasi militer yang lebih luas di kawasan Teluk. Dunia kini menunggu apakah ancaman tersebut akan berujung pada aksi nyata atau sekadar perang urat saraf antara Washington dan Teheran.

Scroll to Top