WONOGIRI — Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan mengangkat tema pemaknaan arti kemerdekaan menurut Soekarno. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 13.00–17.30 WIB di Gedung Ijabah Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Acara tersebut diikuti oleh peserta dari kalangan penyelenggara pemilu di Daerah Pemilihan (Dapil) 4, yang meliputi Kecamatan Batuwarno, Kecamatan Karangtengah, dan Kecamatan Tirtomoyo. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai makna kemerdekaan yang tidak sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan martabat bangsa.

Dalam sosialisasi ini ditegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI—yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama dalam mengisi kemerdekaan. Dalam perspektif Soekarno, kemerdekaan disebut sebagai “jembatan emas” menuju masyarakat adil dan makmur.
Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang bangsa.
“Saudara-saudara sekalian, kemerdekaan yang kita rasakan hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk membangun bangsa. Seperti yang diajarkan oleh Bung Karno, kemerdekaan adalah kesempatan bagi kita untuk berdiri di atas kaki sendiri, menentukan nasib bangsa, dan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyelenggara pemilu dalam menjaga kedaulatan rakyat melalui proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan semangat gotong royong, persatuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai bangsa yang merdeka, kita memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat gotong royong, persatuan, dan pengabdian kepada rakyat. Para penyelenggara pemilu memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kedaulatan benar-benar berada di tangan rakyat,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, MPR RI berharap para peserta dapat semakin memahami bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat, demi mencapai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

