Teheran, 31 Maret 2026 – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Meski Washington mengklaim adanya pembicaraan untuk meredakan konflik, pemerintah Iran menegaskan tidak tertarik melakukan dialog langsung. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya “tidak melihat alasan” untuk berbicara dengan AS. Pernyataan ini membantah klaim sebelumnya dari pihak Amerika yang menyebut adanya komunikasi produktif antara kedua negara. “Pengalaman kami sebelumnya menunjukkan bahwa berbicara dengan AS tidak menghasilkan solusi yang adil bagi Iran,” ujar Araghchi dalam konferensi pers yang digelar di Teheran, Senin (31/3/2026).
Komunikasi, tapi bukan negosiasi. Meskipun Iran menolak dialog formal, Teheran mengakui adanya pertukaran pesan melalui mediator, termasuk negara-negara seperti Pakistan dan Turki. Namun, Iran menegaskan bahwa komunikasi ini bukan bagian dari negosiasi resmi dan tidak melibatkan pembicaraan langsung dengan pemerintah AS.
Proposal AS Ditolak. Amerika Serikat sempat mengajukan proposal perdamaian yang terdiri dari sekitar 15 poin, namun Iran menilai usulan tersebut sepihak dan tidak adil. Iran menolak pembatasan militer yang diusulkan dan menuntut jaminan pencabutan sanksi secara jelas.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menambahkan bahwa respons awal terhadap proposal tersebut tidak positif dan Teheran akan terus meninjau langkah-langkah diplomasi yang ada tanpa mengorbankan kepentingan nasional.
Sikap Iran: Fokus Pertahanan. Pemerintah Iran menekankan bahwa saat ini prioritasnya adalah mempertahankan keamanan nasional dan kesiapan menghadapi potensi serangan. Iran menolak gencatan senjata sementara, dan menekankan keinginan untuk menyelesaikan konflik secara menyeluruh melalui jalur yang dianggap adil dan seimbang.
Reaksi Internasional. Beberapa negara, termasuk China, menyerukan pembicaraan damai segera dimulai. Mediator regional, seperti Pakistan dan Turki, berupaya menjembatani komunikasi kedua negara, namun hingga akhir Maret 2026 belum ada indikasi bahwa negosiasi formal akan dilakukan dalam waktu dekat.

