Bandar Lampung — Warga di sejumlah daerah di Lampung dikejutkan oleh kemunculan benda bercahaya misterius yang melintas di langit pada Sabtu malam, 4 April 2026, sekitar pukul 19.59 WIB. Penampakan yang berlangsung lebih dari 30 detik itu langsung viral di media sosial dan memicu spekulasi luas di kalangan masyarakat.
Menurut laporan warga, fenomena tersebut dimulai dengan munculnya cahaya terang di langit barat yang bergerak perlahan ke arah timur. Benda tersebut memiliki ekor panjang menyala yang memanjang di belakangnya, mirip dengan komet namun bergerak jauh lebih lambat dari meteor biasa.
Beberapa menit setelah benda menghilang dari pandangan, warga di sejumlah lokasi melaporkan mendengar suara ledakan beruntun yang menggema. Suara tersebut cukup keras dan membuat banyak warga keluar rumah untuk mencari tahu sumbernya.
“Saya sedang di teras rumah, tiba-tiba langit terang benderang. Pas lihat, ada cahaya besar dengan ekor panjang bergerak pelan. Beberapa menit kemudian, dengar suara ledakan beberapa kali.” — Warga Bandar Lampung
Keberadaan benda tersebut berhasil terekam oleh kamera all sky milik Pusat Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung. Rekaman video menunjukkan objek bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan relatif lambat, lalu terlihat pecah menjadi beberapa bagian saat berada di posisi atas (zenit) sebelum menghilang.
Tim astronom ITERA langsung menganalisis data visual dan lintasan objek tersebut untuk mengidentifikasi asal-usulnya.
Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Annisa Novia Indra Putri menyampaikan hasil analisis awal timnya. Menurutnya, berdasarkan karakteristik gerakan dan penampakan, benda tersebut kemungkinan besar bukan meteor atau komet alami, melainkan sampah antariksa (space debris) dari sisa badan roket.
“Dari video yang kami lihat, gerakannya agak lambat. Jadi, kemungkinan memang bukan meteor atau komet, lebih mengarah ke sampah antariksa.” — Annisa Novia Indra Putri
Data teknis yang diidentifikasi:
- Objek diduga merupakan sisa badan roket CZ-3B R/B milik China
- Roket tersebut diluncurkan pada 23 Januari 2025 dari Xichang Space Center, China
- Benda bergerak pada ketinggian rendah atmosfer sebelum akhirnya terbakar sebagian
- Pecahan-pecahan yang terlihat kemungkinan adalah bagian-bagian yang tidak terbakar sempurna
Berdasarkan perhitungan lintasan, tim astronom memperkirakan pecahan-pecahan benda tersebut jatuh di perairan sekitar Bakauheni, pelabuhan penyeberangan di ujung selatan Lampung yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa.
Hingga malam hari pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung belum menerima laporan mengenai dampak atau kerusakan akibat jatuhnya benda tersebut di wilayah darat maupun perairan
Tanggal 4 April 2026 secara kebetulan bertepatan dengan momen astronomis penting lainnya — perihelion komet C/2026 A1 (MAPS), yaitu titik terdekat komet tersebut dengan Matahari. Jika komet selamat dari panas ekstrem saat melewati perihelion, ia diperkirakan akan mendekati Bumi pada 6 April 2026 dengan kecerlangan mencapai magnitudo -4, yang berarti akan terlihat sangat terang dengan mata telanjang bahkan pada siang hari.
Namun, pakar memastikan bahwa benda yang terlihat di Lampung pada malam 4 April bukan komet MAPS, melainkan objek yang sepenuhnya berbeda.
Penampakan benda misterius tersebut langsung memicu berbagai reaksi di media sosial. Tagar terkait fenomena langit Lampung menjadi trending topic regional dalam waktu singkat. Beberapa warga mengaitkan kejadian ini dengan berbagai teori konspirasi, sementara banyak lainnya merasa was-was mengingat suara ledakan yang terdengar.
Pihak berwenang dan pakar astronomi terus mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mengandalkan informasi dari sumber resmi serta ilmiah.

