Skandal Hanania Travel, Ribuan Jemaah Gagal Umrah

Jakarta, 2 Juni 2026 — Ribuan calon jemaah umrah di Indonesia harus menghadapi kenyataan pahit setelah biro perjalanan Hanania Travel gagal memberangkatkan mereka. Kasus ini mencuat sebagai salah satu skandal terbesar di sektor perjalanan ibadah, dengan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Awalnya, Hanania Travel dikenal menawarkan paket umrah dengan harga relatif murah, berkisar Rp29,9 juta hingga Rp35 juta per orang, bahkan ditambah promo wisata ke Dubai. Testimoni positif dari influencer dan jemaah sebelumnya membuat banyak orang percaya. Namun sejak Maret 2026, tanda-tanda kejanggalan mulai terlihat.

Pada 18 Maret, kloter pertama berjumlah 43 orang batal berangkat mendadak. Menyusul kemudian sekitar 1.500 jemaah yang dijadwalkan berangkat pada bulan Syawal juga gagal berangkat. Pihak Hanania berjanji akan menjadwal ulang, bahkan meminta pelunasan tambahan untuk keberangkatan baru. Namun janji itu kembali berujung kekecewaan: sekitar 1.400 jemaah tetap tidak diberangkatkan.

Kekecewaan memuncak pada akhir Mei. Seorang korban bernama Joko Setyo melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026. Sehari kemudian, Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Ia langsung ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

“Kami sudah menabung bertahun-tahun demi berangkat umrah. Semua hilang begitu saja,” keluh salah satu korban yang kehilangan lebih dari Rp30 juta.

Jumlah korban diperkirakan mencapai 2.500 jemaah, dengan kerugian antara Rp60–100 miliar. Modus yang digunakan adalah menawarkan paket murah, menjanjikan reschedule, dan meminta pelunasan tambahan. Dampaknya sangat luas: banyak keluarga kehilangan tabungan hidup mereka, sebagian bahkan sudah dua kali berangkat dengan Hanania sebelumnya sehingga percaya reputasi travel ini.

Kementerian Agama kini diminta memperketat pengawasan dan memperbarui daftar resmi PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap travel umrah yang menawarkan harga murah dengan promosi berlebihan.

Scroll to Top