Jakarta, 13 Maret 2026 — Dunia menghadapi tekanan ekonomi baru setelah harga minyak mentah global melonjak tajam hingga menembus rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan pasokan di beberapa wilayah penghasil utama serta meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.
Berdasarkan laporan lembaga energi internasional, harga minyak mentah jenis Brent mencapai lebih dari USD 120 per barel pada perdagangan Jumat pagi. Kenaikan ini berdampak langsung pada harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan tengah menyiapkan langkah strategis untuk menekan dampak terhadap masyarakat, termasuk kemungkinan penyesuaian subsidi energi dan percepatan transisi ke energi terbarukan.
Ekonom menilai kondisi ini berpotensi memicu inflasi global yang lebih tinggi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada impor energi.
Sementara itu, sejumlah negara mulai mengintensifkan kerja sama energi dan mencari alternatif pasokan untuk menjaga stabilitas nasional masing-masing.

