Menjelang kick-off Piala Dunia FIFA 2026 yang tinggal beberapa bulan lagi, dunia sepak bola tengah menahan napas. Biasanya, ajang ini dipenuhi semangat, warna-warni suporter, dan sorak-sorai stadion. Kali ini, bayangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengaburkan kebahagiaan itu, menimbulkan pertanyaan besar: apakah Iran akan benar-benar tampil?
Iran, yang sudah memastikan tiketnya lewat kualifikasi, tergabung di Grup G bersama New Zealand, Belgia, dan Mesir. Namun, di balik statistik dan jadwal pertandingan, ketidakpastian membayangi. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan bahwa situasi politik dan ancaman keamanan membuat keikutsertaan tim nasional, Team Melli, sama sekali belum pasti. Beberapa pertandingan persiapan bahkan dibatalkan, dan pergerakan tim untuk menghadiri acara pra-turnamen terhambat karena ketegangan global yang terus meningkat.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tegas menyebut bahwa ia “tidak peduli” apakah Iran ikut atau tidak. Pernyataan ini mencerminkan kerasnya realitas politik yang kini menembus arena olahraga. Di tengah konflik yang terus berkembang, bahkan visa dan izin masuk pemain Iran menjadi tantangan logistik tersendiri.
FIFA sendiri menegaskan fokusnya pada keselamatan dan partisipasi semua tim. Meski demikian, jika Iran memutuskan mundur, ada kemungkinan slot mereka akan diisi oleh negara lain dari kawasan Asia, seperti Irak atau Uni Emirat Arab. Semua pihak menunggu keputusan akhir dengan cemas, karena setiap perubahan bisa mengubah wajah turnamen yang sudah lama ditunggu-tunggu ini.
Selain nasib Iran, seluruh penyelenggara menaruh perhatian ekstra pada keamanan di kota-kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ancaman konflik membuat langkah-langkah keamanan diperketat, sementara jumlah pengunjung internasional dan acara pendukung diprediksi akan sedikit terpengaruh. Namun satu hal yang jelas: Piala Dunia 2026, dengan format 48 tim dan jadwal dari 11 Juni hingga 19 Juli, masih direncanakan berjalan sesuai rencana.
Di mata dunia, Piala Dunia kali ini lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjadi simbol ketahanan, pengaruh politik, dan ketidakpastian yang kini membayangi olahraga global. Bagaimana akhirnya, dunia sepak bola akan segera tahu, ketika suara peluit pertama berbunyi, dan Team Melli — atau penggantinya — menjejak lapangan di tengah sorak-sorai yang semestinya tak terganggu oleh geopolitik.

