Tabrakan Kapal Perang AS di Laut Karibia: 2 Pelaut Terluka Saat Operasi Pengisian Bahan Bakar

WASHINGTON – Dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat bertabrakan di perairan Laut Karibia pada hari Rabu (11 Februari 2026), mengakibatkan dua pelaut terluka dalam insiden yang menandai kecelakaan serius pertama dalam operasi militer besar-besaran di wilayah tersebut.

Detail Insiden

Tabrakan terjadi pada sore hari saat kapal perusak kelas Arleigh BurkeUSS Truxtun (DDG-103) sedang melakukan operasi pengisian ulang bahan bakar dan suplai di laut (replenishment-at-sea) bersama kapal suplai kelas SupplyUSNS Supply (T-AOE-6).

Menurut pernyataan resmi dari Komando Selatan AS (U.S. Southern Command) yang dikutip Kolonel Emmanuel Ortiz, tabrakan terjadi saat USNS Supply sedang mengisi bahan bakar untuk kapal penjelajah USS Gettysburg di satu sisi, sementara USS Truxtun mendekat dari sisi lainnya.

Dua personel dilaporkan mengalami luka ringan dan dalam kondisi stabil. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tabrakan ini, dan kedua kapal masih mampu berlayar dengan aman.

Konteks Operasional

Insiden ini terjadi di tengah pembangunan kekuatan militer terbesar di wilayah Karibia dalam beberapa generasi, yang diperintahkan oleh pemerintahan Trump. Saat ini terdapat 12 kapal Angkatan Laut AS yang beroperasi di Laut Karibia, termasuk kapal induk terbesar di dunia USS Gerald R. Ford dan beberapa kapal serbu amfibi yang membawa ribuan Marinir.

USS Truxtun sendiri baru saja berangkat dari pangkalan utama di Naval Station Norfolk, Virginia, pada 3 Februari 2026, namun harus kembali ke pelabuhan untuk perbaikan peralatan darurat sebelum akhirnya berlayar ke Karibia pada 6 Februari.

Investigasi Berlangsung

Penyebab pasti tabrakan masih dalam penyelidikan intensif. Operasi replenishment-at-sea adalah manuver kompleks yang memerlukan dua kapal berlayar berdampingan dalam jarak sangat dekat—biasanya hanya ratusan kaki—sementara bahan bakar dan suplai ditransfer melalui selang dan kabel.

Insiden Terkait: Korban Jiwa Marinir

Tabrakan kapal ini bukan satu-satunya insiden tragis dalam operasi Karibia. Pada hari Sabtu (7 Februari), Lance Cpl. Chukwuemeka E. Oforah (21), seorang Marinir dari Florida, dilaporkan jatuh dari kapal serbu amfibi USS Iwo Jima. Operasi pencarian dan penyelamatan selama 72 jam melibatkan lima kapal Angkatan Laut, 10 pesawat, dan drone Reaper Angkatan Udara dikerahkan, namun Oforah dinyatakan meninggal pada hari Selasa. Ini merupakan kematian personel militer pertama yang diumumkan secara publik selama operasi di wilayah tersebut.

Sejarah Kecelakaan Serupa

Tabrakan antar kapal perang AS sangatlah jarang. Insiden terakhir sebelumnya terjadi pada Februari 2025, ketika kapal induk USS Harry S. Truman bertabrakan dengan kapal niaga di dekat Terusan Suez, Mesir. Investigasi kemudian mengungkapkan bahwa kapal induk tersebut berlayar dengan kecepatan tidak aman karena terlambat jadwal, menyebabkan perlu jarak hampir satu setengah mil untuk berhenti setelah mesin dimatikan.

Scroll to Top