Rilis 30 Januari 2026: 3,5 Juta Halaman
Pada 30 Januari 2026, DOJ merilis lebih dari 3 juta halaman tambahan, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar, menjadikan total produksi hampir 3,5 juta halaman sejak berlakunya Epstein Files Transparency Act yang ditandatangani Trump pada 19 November 2025.
File-file tersebut dikumpulkan dari lima sumber utama:
- Kasus Florida dan New York terhadap Epstein
- Kasus New York terhadap Ghislaine Maxwell
- Investigasi kematian Epstein
- Kasus Florida terhadap mantan kepala pelayan Epstein
- Beberapa investigasi FBI dan investigasi Kantor Inspektur Jenderal
Kontroversi Redaksi dan Kepatuhan Hukum
Meski DOJ menyatakan rilis ini memenuhi kewajiban hukum, para pengamat menemukan banyak masalah:
- Lebih dari 500 halaman dalam rilis awal (Desember 2025) seluruhnya hitam (terredaksi penuh)
- Setidaknya 16 file menghilang dari situs web DOJ tanpa penjelasan
- Teknik redaksi yang buruk memungkinkan publik memulihkan konten yang disensor menggunakan peretasan sederhana
- Kurang dari 1% file telah dirilis hingga awal Januari 2026, menurut surat DOJ ke hakim distrik
Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyatakan Gedung Putih “tidak ikut campur” dalam memeriksa dokumen dan nama-nama tokoh berpengaruh yang terkait Epstein tidak disensor

Pengakuan DOJ tentang Konten Palsu
Secara mengejutkan, DOJ mengakui bahwa rilis ini mungkin berisi “gambar, dokumen, atau video palsu atau yang dikirimkan secara salah”, karena semua yang dikirim ke FBI oleh publik dimasukkan dalam produksi. DOJ secara spesifik menyebut bahwa beberapa dokumen berisi “klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump” yang dikirim ke FBI tepat sebelum pemilu 2020, dan menegaskan klaim tersebut “tidak berdasar dan palsu”.
🌍 Reaksi Global dan Investigasi Internasional
Rilis file Epstein telah memicu investigasi di beberapa negara:
Turki (3 Februari 2026)
Jaksa Turki meninjau file Epstein yang baru dirilis sebagai bagian dari investigasi dugaan perdagangan anak-anak Turki. Kantor Jaksa Agung Ankara meluncurkan penyelidikan pada Desember 2025 setelah anggota parlemen oposisi Iyi Party, Turhan Çömez, menyoroti referensi dalam file yang diduga menyatakan Epstein mengangkut gadis-gadis minor dari Turki, Republik Ceko, Asia, dan negara lain.
Lituania (3 Februari 2026)
Presiden Gitanas Nausėda menyerukan investigasi penegak hukum setelah media negara tersebut melaporkan nama beberapa model dan tokoh seni Lituania muncul dalam file. Jaksa Lituania kemudian mengumumkan penyelidikan.
Latvia (5 Februari 2026)
Presiden Edgars Rinkēvičs menyerukan investigasi setelah penyiar publik Latvia melaporkan dokumen Epstein mencakup data paspor dan detail perjalanan beberapa wanita Latvia. Kepolisian Negara Latvia mengumumkan penyelidikan melibatkan jaksa dan Biro Kejahatan Terorganisir.
Norwegia (6 Februari 2026)
Norwegia dilaporkan berencana membuka penyelidikan, didukung parlemen, ke kementerian luar negerinya setelah beberapa pejabat muncul dalam file, termasuk mantan menteri luar negeri Thorbjørn Jagland dan Børge Brende, serta diplomat Mona Juul dan suaminya Terje Rød-Larsen.
📊 Opini Publik dan Dampak Politik
- Desember 2025: Jajak pendapat Reuters menemukan hanya 23% warga AS menyetujui penanganan Trump terhadap kasus Epstein
- Januari 2026: Jajak pendapat CNN menemukan 49% warga AS tidak puas dengan seberapa banyak file Epstein yang dirilis pemerintah federal, sementara 6% puas; dua pertiga responden mengatakan pemerintah sengaja menyembunyikan informasi
Di Rusia, Kremlin menggunakan berbagai pengungkapan dalam file sebagai bukti dugaan kemerosotan moral Barat; juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova berkata: “Sekarang kita tahu bagaimana elite Barat memperlakukan anak-anak, termasuk anak-anak mereka sendiri.”
⚖️ Masalah Hukum dan Korban
Para pengacara korban Epstein mengkritik penanganan file dengan keras:
- Setidaknya 43 nama korban terungkap dalam rilis tersebut, meski DOJ berjanji melindungi identitas korban
- Pengacara korban menyebut penanganan file sebagai “keterlaluan” dan meminta pengadilan memerintahkan DOJ menurunkan situs web file Epstein
- Beberapa gambar pornografi, baik komersial maupun tidak, disensor karena DOJ memperlakukan semua wanita dalam gambar tersebut sebagai korban
🔍 Konteks: Perjalanan Rilis File Epstein
| Waktu | Peristiwa Penting |
|---|---|
| Januari 2024 | Dokumen kasus defamation Ghislaine Maxwell dibuka, menyebut nama Clinton, Trump, Hawking, dll. |
| September 2025 | Bloomberg News memperoleh 18.000 email dari akun pribadi Epstein |
| November 2025 | Epstein Files Transparency Act disahkan (427-1 di DPR, bulat di Senat) dan ditandatangani Trump |
| Desember 2025 | DOJ rilis batch pertama yang sangat disensor, menuai kritik bipartisan |
| 30 Januari 2026 | DOJ rilis 3 juta halaman tambahan, namun menyatakan ini rilis terakhir |
| Februari 2026 | DOJ berjanji membuka lebih banyak redaksi setelah tekanan legislatif |

