Operasi Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat Kerahkan Alat Berat dan Anjing Pelacak

BANDUNG BARAT – Operasi pencarian dan pertolongan memasuki hari ketiga, tim SAR Gabungan mengerahkan alat berat untuk mempercepat upaya penanganan longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Sebelumnya tiga ekskavator sudah dikerahkan sejak operasi hari pertama. Tim SAR kembali mendatangkan dua ekskavator pada Senin (26/1/2026 guna membantu upaya percepatan penanganan. “Dengan demikian, total lima ekskavator berukuran sedang telah dikerahkan dalam operasi SAR,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari. Kondisi material longsor yang masih lunak menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan jenis alat berat. Ekskavator yang berukuran sedang saat ini dapat menjangkau titik pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan. Lebih lanjut, Polri juga mengerahkan anjing pelacak (K9) dalam membantu upaya percepatan proses pencarian korban. Sebanyak 6 anjing dari detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri dikerahkan dalam membantu pencarian korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat.

23 Marinir Jadi Korban
Tanah longsor tersebut menyebabkan 23 anggota marinir menjadi korban. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, menjelaskan keberadaan 23 prajurit TNI tersebut berada di lokasi kejadian karena sedang menjalani latihan.

“Mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim ke melaksanakan Pam (pengamanan) Perbatasan RI-PNG, memang dilaksanakan latihan di sana,” kata Ali, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Ali menuturkan kronologi kejadian bermula dari kondisi cuaca ekstrem di lokasi latihan. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua malam berturut-turut.

“Saat itu kondisi hujan lebat selama hampir dua malam hujan terus. Mungkin itu mengakibatkan longsor dan itu menimpa satu desa kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” ujarnya. Ia mengungkapkan, dari total korban yang tertimbun, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal. “Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus,” ucap Ali. Ali menuturkan bahwa proses pencarian 19 prajurit yang masih belum ditemukan terkendala cuaca. “Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil,” tuturnya. Namun, Ali mengungkapkan bahwa TNI terus berupaya mencari korban dengan mengerahkan teknologi hingga anjing pelacak (K-9).

Scroll to Top