Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Wonogiri: Meneguhkan Ketahanan Nasional sebagai Mercusuar Bangsa

Wonogiri, 27 Desember 2025 — Gedung PGRI Wonogiri menjadi saksi berlangsungnya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar pada Sabtu pagi hingga siang, pukul 07.00–11.30 WIB. Acara ini dihadiri ratusan peserta dari Paguyuban Keluarga Wuryantoro Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Ketahanan Nasional

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A. menegaskan bahwa ketahanan nasional bukan sekadar istilah akademis, melainkan denyut nadi bangsa. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada dirinya sendiri,” kutipnya dari pesan Bung Karno.

Bambang menekankan bahwa ketahanan nasional mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan yang saling bertautan. Ia menegaskan bahwa tugas menjaga ketahanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan amanat seluruh rakyat.

Gotong Royong sebagai Jiwa Bangsa

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa persatuan, gotong royong, dan keberanian menghadapi tantangan adalah benteng sejati yang menjaga Indonesia tetap tegak. Ketahanan nasional, menurutnya, adalah roh perjuangan yang menuntut bangsa untuk berdikari, tidak bergantung pada kekuatan luar, serta menempatkan diri sebagai pelaku sejarah.

Ancaman modern seperti serangan siber, ketahanan pangan, dan energi menuntut kesiapan teknologi serta literasi digital. Masyarakat, tambahnya, berperan penting melalui disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air.

Indonesia sebagai Mercusuar Dunia

Dengan ketahanan nasional yang kokoh, Bambang optimistis Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memimpin. “Ketahanan nasional bukan sekadar benteng pertahanan, melainkan jalan menuju kejayaan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” tegasnya.

Acara sosialisasi ini ditutup dengan semangat kolektif untuk menjadikan Indonesia sebagai mercusuar di tengah gelombang global, menunjukkan kepada dunia bahwa persatuan dan keberanian adalah kunci menghadapi tantangan zaman.

Scroll to Top