Wonogiri, 23 Desember 2025 — Kantor PAC PDI Perjuangan Wonogiri menjadi pusat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Selasa (23/12) malam, pukul 18.30–22.00 WIB. Acara ini dihadiri ratusan peserta dari GERAKAN PEMUDA MARHAEN Kab. Wonogiri, yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Empat Pilar MPR RI yang disampaikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A. menekankan pentingnya memahami demokrasi Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

“Demokrasi kita bukan sekadar suara mayoritas, tetapi demokrasi yang berlandaskan nilai Pancasila. Demokrasi Pancasila menekankan musyawarah, mufakat, dan keadilan sosial. Demokrasi ini adalah demokrasi khas Indonesia, lahir dari budaya gotong royong dan kebersamaan,” ujar Bambang Wuryanto.
Ia menambahkan, demokrasi Indonesia tidak boleh sekadar meniru sistem Barat. Sejalan dengan pandangan Presiden Soekarno, demokrasi Indonesia harus berakar pada kepribadian bangsa, yakni Pancasila. Demokrasi Pancasila mengutamakan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta menjadikan persatuan, keadilan sosial, dan gotong royong sebagai roh bangsa.
Bambang juga menyoroti tantangan demokrasi saat ini, seperti politik uang dan praktik tidak sehat, yang harus diberantas agar demokrasi berjalan sesuai nilai Pancasila. Dengan penguatan lembaga demokrasi, transparansi, pendidikan politik, serta kesadaran masyarakat, Demokrasi Pancasila diyakini akan tumbuh sebagai sistem yang adil, beretika, berkepribadian, dan berkelanjutan.
Acara sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bersama untuk menjadikan Demokrasi Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa. Demokrasi yang berjiwa gotong royong dan berkeadilan sosial diharapkan mampu mewujudkan cita-cita luhur Pancasila: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

