Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Wonogiri: Merajut Persatuan dalam Kebhinekaan

Wonogiri, 23 Desember 2025 — Gedung Pertemuan Kelurahan Wonoboyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menjadi saksi terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Selasa (23/12) pukul 13.00–17.00 WIB. Acara ini dihadiri ratusan peserta dari PAGUYUBAN TALIJIWA WONOGIRI, yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.

Empat Pilar MPR RI yang disampaikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A. menegaskan pentingnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi persatuan bangsa. Ia menjelaskan bahwa semboyan ini berasal dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada abad ke-14, yang bermakna “meski berbeda-beda, tetap satu jua.”

“Presiden Soekarno pernah menegaskan bahwa persatuan Indonesia bukanlah persatuan yang mematikan perbedaan, melainkan persatuan yang merangkul perbedaan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdiri tegak di atas fondasi kebhinekaan,” ujar Bambang Wuryanto.

Ia menambahkan, di tengah arus globalisasi dan polarisasi dunia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika kembali relevan sebagai pedoman hidup. Keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya harus dijadikan energi positif untuk membangun bangsa yang adil, damai, dan sejahtera.

Bambang juga menyoroti tantangan nyata seperti intoleransi, polarisasi politik, dan ujaran kebencian. Menurutnya, hal tersebut dapat diatasi melalui pendidikan multikultural, penguatan seni budaya, peran aktif generasi muda, serta kebijakan pemerintah yang adil dan tegas.

Acara sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bersama untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Bhinneka Tunggal Ika ditegaskan sebagai janji kebangsaan yang harus terus dirawat agar Indonesia tetap harmonis, kokoh, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Scroll to Top