Wonogiri, Jawa Tengah — Pada 23 Desember 2025, pukul 07.00 hingga 11.30 WIB, bertempat di Gedung Saraswati Wonogiri, digelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari Karang Taruna Pemuda Cinta Indonesia. Empat Pilar MPR RI yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pokok utama pembahasan. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan serta mendorong implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A. menegaskan bahwa “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati.” Ungkapan ini, menurutnya, merupakan pesan yang kerap dikumandangkan Bung Karno, Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Bung Karno menekankan bahwa persatuan bangsa adalah syarat mutlak bagi tegaknya Indonesia.

Dalam pidato Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, Bung Karno menegaskan bahwa bangsa Indonesia berdiri di atas semangat gotong royong, bukan kepentingan golongan atau daerah semata. NKRI dipandang sebagai wadah yang menyatukan ribuan pulau, ratusan suku, dan berbagai agama dalam satu ikatan kebangsaan. Tanpa persatuan, bangsa ini akan mudah dipecah belah oleh kolonialisme maupun ancaman internal.
Bung Karno juga menekankan pentingnya social justice (keadilan sosial) agar seluruh rakyat merasakan manfaat kemerdekaan. NKRI harus menjadi rumah bersama, tempat setiap warga merasa memiliki dan dilindungi. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia berdiri tegak sebagai bangsa yang besar.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang menegaskan kembali bahwa NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Persatuan bangsa merupakan modal utama menghadapi ancaman separatisme, konflik internal, maupun pengaruh global. Otonomi daerah, menurutnya, harus dipahami sebagai bentuk penguatan NKRI, bukan pelemahan.
Ia juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran vital sebagai penjaga persatuan dan penggerak pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Seperti pesan Bung Karno, persatuan adalah senjata paling ampuh bangsa ini. NKRI bukan sekadar bentuk negara, melainkan jiwa dan semangat perjuangan yang harus terus dijaga sepanjang masa.ekadar teks dalam buku, melainkan dokumen hidup yang menjadi panduan, pengingat, dan pengikat persatuan bangsa.

