Wonogiri, Jawa Tengah — Pada tanggal 22 Desember 2025, pukul 18.00 hingga 22.30 WIB, bertempat di Gedung Serbaguna Batu Asli Wonogiri, berlangsung kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari PAGUYUBAN SEDULUR NGADIROJO WONOGIRI, dengan tujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan serta mendorong implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI, Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A., menegaskan bahwa konstitusi merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengutip pandangan Bung Karno yang menekankan bahwa UUD 1945 bukan sekadar kumpulan pasal, melainkan jiwa bangsa yang lahir dari semangat kemerdekaan. Konstitusi dipandang sebagai alat perjuangan untuk menegakkan cita-cita Pancasila: persatuan, keadilan sosial, dan demokrasi kerakyatan.

Bambang menjelaskan bahwa menurut Bung Karno, UUD 1945 adalah “revolusi yang dikristalkan”, sebuah dokumen yang merangkum semangat gotong royong dan keberanian bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri. Walaupun UUD 1945 mengalami amandemen agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, nilai inti tetap sama: melindungi rakyat, menjaga persatuan, dan menegakkan keadilan sosial.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa UUD 1945 merupakan perjanjian dasar bangsa yang menjadi hukum tertinggi. Amandemen bukan dimaksudkan untuk mengubah jati diri bangsa, melainkan untuk menyesuaikan dengan dinamika zaman. Bung Karno mengingatkan bahwa konstitusi adalah alat perjuangan untuk mewujudkan cita-cita Pancasila: persatuan, keadilan sosial, dan demokrasi kerakyatan.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pemahaman terhadap UUD 1945 bagi seluruh generasi bangsa. Dengan memahami konstitusi, masyarakat dapat menuntut hak sekaligus menjalankan kewajiban secara benar. UUD 1945 bukan sekadar teks dalam buku, melainkan dokumen hidup yang menjadi panduan, pengingat, dan pengikat persatuan bangsa.

