Mantan presenter Sky Sports, Jeff Stelling, melontarkan saran mengejutkan: FIFA sebaiknya memindahkan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Inggris. Usulan ini muncul setelah serangkaian kebijakan kontroversial Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai mengganggu persiapan turnamen terbesar sepak bola dunia.
Hitungan mundur menuju Piala Dunia 2026 semakin dekat, namun ketidakpastian penyelenggaraan justru kian terasa. Pertanyaan besar pun muncul: apakah Amerika Serikat benar-benar siap menjadi tuan rumah?
Sejak awal, Piala Dunia 2026 direncanakan berlangsung di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—pada Juni hingga Juli 2026. Turnamen ini akan mencatat sejarah dengan 104 pertandingan, di mana 78 laga digelar di 11 kota besar AS, termasuk Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, hingga Seattle. Final dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli 2026.
Kontroversi Politik AS
Desakan agar FIFA mencabut status tuan rumah AS semakin keras terdengar. Hal ini dipicu oleh langkah politik Trump yang dianggap memengaruhi jalannya turnamen. Dalam beberapa minggu terakhir, AS bahkan melakukan serangan militer ke Venezuela dan Nigeria, serta merencanakan aksi terhadap Greenland, Meksiko, Kolombia, dan Iran.
Tak hanya itu, 23 politisi Inggris dari empat partai berbeda menandatangani mosi di parlemen yang menyerukan agar AS diusir dari kompetisi internasional. Mereka menegaskan bahwa ajang olahraga dunia tidak boleh digunakan untuk melegitimasi pelanggaran hukum internasional oleh negara kuat.
Kebijakan imigrasi Trump juga menambah keruh suasana. Pada Juni 2025, ia mengumumkan pembatasan perjalanan demi “melindungi warga Amerika dari aktor asing berbahaya”. Akibatnya, warga dari 19 negara termasuk Haiti dan Iran—yang lolos ke Piala Dunia 2026—tidak lagi bebas masuk ke AS. Bahkan pada Januari 2026, pemerintahan Trump menambahkan 75 negara ke daftar merah dan menangguhkan pemrosesan visa mereka tanpa batas waktu.
Inggris Jadi Alternatif
Melihat kondisi politik AS yang semakin tidak menentu, Jeff Stelling menilai sudah saatnya FIFA mencari alternatif. Menurutnya, Inggris adalah pilihan paling tepat.
“Saya sepenuhnya setuju. Sejujurnya, mereka harus mempertimbangkan alternatif seperti Inggris,” ujar Stelling.
Inggris terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1966, momen bersejarah ketika mereka meraih trofi pertama setelah menaklukkan Jerman Barat 4-2 di final. Sejak itu, Inggris hanya menjadi tuan rumah turnamen regional seperti Euro 1996 dan Euro 2020.
Sejarah juga mencatat bahwa tuan rumah Piala Dunia bisa berubah. Kolombia pernah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 1986, namun statusnya dibatalkan karena krisis ekonomi. FIFA kemudian memindahkan turnamen tersebut ke Meksiko.
Dengan situasi politik AS yang penuh kontroversi, desakan agar FIFA mencabut status tuan rumah semakin kuat. Jeff Stelling dan sejumlah politisi Inggris menilai bahwa memindahkan Piala Dunia 2026 ke Inggris bukan hanya solusi praktis, tetapi juga langkah moral untuk menjaga integritas sepak bola dunia.

