Wonogiri, Jawa Tengah — Pada tanggal 22 Desember 2025, pukul 07.00 hingga 11.30 WIB, bertempat di Rumah Jawi Wonogiri, berlangsung kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari Karangtaruna Pemuda Marhaen. Empat Pilar MPR RI yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pokok bahasan utama. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan serta mendorong implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A. menegaskan bahwa Pancasila adalah jantung bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila di sekolah, melainkan pedoman hidup yang menuntun setiap langkah berbangsa dan bernegara. Bambang mengutip pandangan Bung Karno, Proklamator sekaligus Bapak Pancasila, yang menyebut Pancasila sebagai philosophische grondslag — dasar filsafat bangsa sekaligus jiwa dan kepribadian Indonesia.
Bung Karno menegaskan bahwa inti Pancasila adalah gotong royong, semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa menghadapi segala tantangan. Nilai-nilai Pancasila, lanjut Bambang, bersifat universal: kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan, sehingga dapat menjadi sumbangan Indonesia bagi dunia. Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral agar bangsa tidak kehilangan arah.

Generasi muda diingatkan untuk menjadikan Pancasila sebagai filter moral dan kompas kebangsaan. Sila Kemanusiaan mengajarkan menjaga martabat sesama, Sila Persatuan meneguhkan tekad agar bangsa tidak tercerai-berai oleh perbedaan, dan Sila Keadilan menuntun pada kesejahteraan bersama. Dengan semangat gotong royong, Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memberi sumbangan nilai universal bagi dunia: persaudaraan, keadilan, dan perdamaian.
Sebagaimana Bung Karno pernah menegaskan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.” Mengamalkan Pancasila berarti menjaga kedaulatan, memperkuat persatuan, dan memastikan Indonesia tetap tegak sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan bermartabat.
Kegiatan sosialisasi di Rumah Jawi Wonogiri ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga kompas masa depan yang akan menuntun Indonesia menuju kejayaan di tengah dunia yang terus berubah. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Indonesia diyakini akan tetap berdiri tegak, berdaulat, dan memberi cahaya bagi peradaban dunia.

