Pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2025). Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat patroli milik kementerian.
“Iya, itu pesawat patroli,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono (Ipunk), saat dihubungi di Jakarta.
Namun, hingga kini belum ada kabar mengenai kondisi para petugas di dalam pesawat karena keberadaannya belum ditemukan. “Belum tahu keadaan penumpang, karena pesawatnya belum ditemukan,” tambah Ipunk.
Spesifikasi Pesawat
ATR 42-500 merupakan pesawat buatan Aerospatiale (Prancis) dan Alenia (Italia), banyak digunakan untuk penerbangan regional. Pesawat ini mampu mengangkut hingga 42 penumpang dan dilengkapi mesin Pratt & Whitney Canada PW127E dengan daya 2.400 horsepower. Jarak tempuhnya mencapai 1.500 km, lebih jauh dibanding seri sebelumnya.
Upaya Pencarian
KKP melalui PSDKP menyatakan akan mengirim personel untuk membantu pencarian. Ipunk bahkan menyebut dirinya segera terbang ke lokasi.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub melaporkan bahwa pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut merupakan produksi tahun 2000 dengan nomor seri 611. Pesawat berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan Capt. Andy Dahananto sebagai pilot.
Pencarian difokuskan di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang kini dijadikan posko Basarnas. Operasi lanjutan melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, dijadwalkan pukul 16.25 WITA.
Koordinasi dan Kondisi Cuaca
AirNav Indonesia tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait operasi pencarian dan pertolongan. Informasi awal dari BMKG menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca sedikit berawan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan koordinasi intensif terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, Basarnas, TNI AU, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

