Kilat Luar Biasa, Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

JAKARTA – Pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi berganti. Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026). Pergantian orang nomor satu di kepolisian ini terbilang sangat kilat dan mengejutkan publik, sebab seluruh rangkaian proses hukumnya rampung kurang dari 24 jam.

Kronologi Suksesi Cepat di Parlemen. Dinamika pergantian ini bermula saat DPR RI menerima Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. Surpres tersebut berisi usulan tunggal dari Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Komjen Pol. Suyudi Ario Seto—yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)—untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit. Menindaklanjuti surat tersebut, Komisi III DPR RI langsung bergerak cepat menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Kamis (1/10) pagi. Menariknya, proses pemaparan visi-misi hingga pendalaman oleh para anggota dewan hanya berlangsung singkat selama 22 menit.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengetuk palu persetujuan setelah seluruh fraksi sepakat memilih Suyudi secara aklamasi. Hasil itu kemudian langsung dibawa dan disahkan di Sidang Paripurna DPR RI ke-8 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani pada hari yang sama.

Alasan Pergantian dan Doktrin Baru. Terkait alasan pemberhentian Jenderal Listyo Sigit yang telah menjabat sejak 2021 tersebut, Puan Maharani menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan terhormat. “Dengan terhormat, karena memang sudah waktunya (berhenti dan digantikan),” ungkap Puan di Kompleks Parlemen. Dalam pidato pemaparannya, Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas membawa arah reformasi baru di tubuh kepolisian. Ia mengusung doktrin kerja “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai pilar utama pelayanan dan penegakan hukum hingga tahun 2029.

Rotasi Sepaket dengan Wakapolri Baru. Penyegaran di Korps Bhayangkara ini tidak berhenti pada jabatan Kapolri. Tak lama setelah pelantikan tersebut, struktur kepemimpinan kepolisian diperkuat dengan diangkatnya Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri yang baru.

Kombinasi ini dinilai strategis mengingat Komjen Wahyu merupakan senior (Akpol 1992) di atas Jenderal Suyudi (Akpol 1994), sebuah langkah dari Presiden Prabowo untuk memadukan penyegaran budaya kepemimpinan muda dengan pendampingan dan dukungan solid dari kalangan senior institusi.

Scroll to Top