PANAMA CITY – Wilayah selatan Panama diguncang gempa tektonik berkekuatan dahsyat Magnitudo 7,7 yang berpusat di darat pada Jumat (9/10) pukul 12.56 waktu setempat, atau Sabtu (10/10) dini hari WIB. Guncangan hebat berdurasi panjang ini sempat memicu kepanikan massal di berbagai kota besar, termasuk ibu kota Panama City.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, episentrum gempa terletak pada koordinat 7,587° LU dan 80,769° BB, tepatnya berlokasi 12 kilometer sebelah Barat Daya Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera. Berada di kedalaman yang sangat dangkal yaitu 12,6 kilometer, gempa yang dipicu oleh aktivitas sesar geser (strike-slip) pada sistem patahan Azuero-Soná ini menghasilkan intensitas guncangan maksimum hingga Skala MMI IX (Hebat) di dekat pusat gempa.
Kepala Operasi Darurat Panama, Rene Garcia, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa ini. Kendati demikian, tercatat sedikitnya 27 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.
Dampak kerusakan struktural dilaporkan cukup masif. Lebih dari 400 bangunan yang tersebar di 9 provinsi mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi. Beberapa fasilitas publik ikonik turut terdampak, termasuk runtuhnya menara lonceng Katedral Santo Yohanes Pembaptis di Penonomé, kerusakan struktural pada kantor gubernur, gereja historis, serta retaknya dinding-dinding di Iguana Mall.
Sektor infrastruktur juga sempat mengalami kelumpuhan. Pasokan listrik dilaporkan padam total di 6 provinsi sesaat setelah gempa terjadi. Di sektor transportasi, Bandara Internasional Tocumen terpaksa menghentikan operasionalnya sementara waktu demi menginspeksi keamanan landasan pacu. Sementara itu, akses darat utama menuju kota Tonosí terputus akibat keretakan jalan yang sangat parah.
Hingga akhir pekan ini, situasi di Panama masih diselimuti kewaspadaan tinggi seiring munculnya lebih dari 80 rentetan gempa susulan (aftershocks). Tiga gempa susulan terbesar yang sempat memicu kepanikan berulang di antaranya berkekuatan M 6,9 dan M 6,6 di kawasan Barat Laut serta Barat Río Grande, serta M 6,0 di Utara La Tronosa.
Meski rentetan gempa susulan masih terus terjadi, pihak berwenang memastikan bahwa seluruh ancaman dan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik Timur telah resmi dicabut secara total karena pusat gempa dominan berada di area daratan.

