Drone Iran Hantam Sistem Radar Strategis AS di Teluk, Klaim Hancurkan AN/FPS-132

Doha / Manama — Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menghantam sistem radar militer Amerika Serikat dalam serangan drone dan rudal balasan terbaru. Target utama disebut berada di sekitar Al Udeid Air Base, pangkalan udara terbesar AS di Timur Tengah.

Radar Peringatan Dini Jadi Sasaran

Iran menyatakan serangannya berhasil merusak bahkan menghancurkan radar peringatan dini AN/FPS-132 yang ditempatkan di Qatar. Radar ini merupakan bagian penting dari jaringan pertahanan rudal Amerika Serikat di kawasan.

AN/FPS-132 dikenal sebagai radar jarak jauh berteknologi tinggi dengan kemampuan mendeteksi peluncuran rudal balistik hingga ribuan kilometer. Sistem ini terintegrasi dalam jaringan pertahanan regional dan berfungsi memberi peringatan dini sebelum ancaman mencapai wilayah target.

Jika klaim Iran akurat, serangan tersebut berpotensi mengganggu sementara kemampuan deteksi dini AS di kawasan Teluk.

Serangan Juga Dilaporkan di Bahrain

Selain di Qatar, drone Iran juga dilaporkan menargetkan fasilitas radar di Naval Support Activity Bahrain, markas United States Fifth Fleet.

Rekaman yang beredar menunjukkan sebuah radome — kubah pelindung antena radar — mengalami kerusakan akibat ledakan. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon mengenai tingkat kerusakan sebenarnya.

Beberapa analis menyebut radar yang terkena di Bahrain kemungkinan bukan radar peringatan dini skala besar seperti AN/FPS-132, melainkan sistem komunikasi atau radar pengawas dengan jangkauan lebih terbatas.

Dampak Strategis

Serangan terhadap radar bukan sekadar simbolis. Radar peringatan dini merupakan “mata” sistem pertahanan udara. Tanpa sistem ini, waktu respons terhadap serangan rudal dapat berkurang drastis.

Di sisi lain, serangan drone yang mampu mencapai fasilitas sensitif menunjukkan peningkatan kemampuan teknologi dan taktik Iran dalam perang asimetris.

Belum Ada Konfirmasi Final

Hingga kini, otoritas Amerika Serikat belum merilis rincian lengkap terkait kerusakan maupun dampak operasional dari serangan tersebut. Sementara itu, Iran menyebut aksi ini sebagai “balasan terukur” terhadap serangan sebelumnya ke fasilitas militernya.

Konflik yang semula bersifat tidak langsung kini tampak bergerak menuju konfrontasi yang lebih terbuka, dengan infrastruktur strategis menjadi target utama.

Pengamat keamanan regional menilai, jika serangan terhadap sistem radar terus berlanjut, risiko eskalasi besar di kawasan Teluk akan semakin tinggi — dan dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik.

Scroll to Top