Di tengah membludaknya pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengambil langkah berbeda yang menekankan nilai kemanusiaan. Alih-alih menawarkan potongan harga tiket, manajemen Ancol memilih untuk menyisihkan sebagian pendapatan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera.
Keputusan ini diumumkan oleh Budi Aryanto, SVP Business Operation Ancol, yang menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak disertai kenaikan harga tiket. “Kami tetap menjaga harga tetap terjangkau, namun sebagian dari hasil penjualan—khususnya pada tanggal 31 Desember—akan kami alokasikan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya kepada media.
Menurut Budi, sekitar 10 persen dari total pendapatan tiket akan disalurkan untuk kegiatan sosial. Bahkan, untuk tiket masuk melalui gerbang utama, kontribusi donasi bisa mencapai 25 persen dari hasil penjualan.
Respons Pengunjung: Liburan yang Bermakna
Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari para wisatawan. Meski tidak ada promo khusus, banyak pengunjung merasa senang bisa berkontribusi secara tidak langsung.
“Saya sempat berharap ada diskon, tapi setelah tahu sebagian uang tiket digunakan untuk membantu korban bencana, rasanya malah bangga. Liburan jadi punya nilai lebih,” kata Aris, pengunjung asal Bekasi yang datang bersama keluarganya.
Pariwisata sebagai Wadah Solidaritas
Langkah Ancol ini menunjukkan bahwa dunia hiburan bisa menjadi sarana solidaritas nasional. Di tengah suasana liburan, pengunjung diajak untuk ikut berperan dalam meringankan beban sesama yang sedang mengalami musibah.
Dengan pendekatan ini, Ancol membuktikan bahwa bisnis pariwisata tidak hanya soal hiburan, tetapi juga bisa menjadi jembatan empati dan kepedulian sosial.

